Tampilkan postingan dengan label Setengah Isi Setengah Kosong. Tampilkan semua postingan

Biji Kopi

Ambillah serbuk kopi / coffee kemudian masukkan kedalam panci yang berisi air, kemudian panaskan. Setelah 15 menit lihat apa yang terjadi. Kopi tetaplah menjadi kopi, namun justru memberi keharuman dan warna pada air dalam panci tersebut.

Secangkir Kopi Untuk Anda

Apa yang kita petik? 
Panci dan air yang dipanaskan melambangkan permasalahan yang kita hadapi sehari-hari. Sedangkan serbuk kopi didalamnya menunjukkan sikap mental kita setelah menghadapi masalah tersebut.

kopi / coffee, melambangkan eksistensi diri yang tidak berubah sekalipun beban permasalahan menghimpit dan menekan sedemikian rupa. Ketika masuk dalam "dapur penderitaan", yang bersangkutan justru mampu memberikan warna dan keharuman bagi lingkungannya. Dia tidak mengeluh dengan permasalah yang dihadapi. Dari mulutnya tidak keluar ucapan-ucapan yang menggerutu dan apatis. Sekalipun menghadapi persoalan yang sedemikian berat, dia tetap optimis bahkan mau berbagi pengalaman agar orang lain tidak mengalami hal serupa. 

Maka jadilah "biji  kopi"Jual MAHARAJA COFFEE Wild Kopi Luwak La Java Bonita 100g
Disadur dari buku "Setengah Isi Setengah Kosong" dipostkan oleh Secangkir Kopi Untukmu)

Sederhana

Suatu hari, Sephine bersama teman sekelasnya di Taman Kanak-kanak diminta ileh sang guru untuk membuat gambar keluarga. Setiap anak pun mulai menggambar. Setelah selesai, gambar-gambar dikumpulkan dan dinilai.

Hasilnya, Sephine mendapat pujian yang luar biasa. Gambar yang di buatnya mendapat nilai tanda bintang serta sebatang coklat dari sang guru. Betapa senangnya hati anak ini, gambarnya memperoleh aspresiasi yang luar biasa dari gurunya. Begitu tiba dirumah, ia pun buru-buru menunjukkan karya seninya kepada sang ibu.

Malam harinya, Sephine menunggu dengan setia kepulangan ayahnya. Begitu pintu diketuk dan namanya dipanggil, Sephine langsung berteriak,
"Papa, Sephine punya gambar bagus tentang rumah dan coklat lagi dari ibu guru" Si ayah pun kaget, tetapi ikut senang dan mulai berdiskusi dengan anaknya untuk menanyakan gambar apa saja yang dibuat.

Mulailah Shepine bercerita, "Ini rumah kita Pa, ini Mama, yang ini pohon, yang ini ada adik dan bibi, bagus kan?"

Si ayah mulai mengerutkan dahi sambil bertanya kepada anaknya, "Lho, dalam gambar itu Papanya mana?"

Dengan enteng Sephine menjawab, "Papa kan jarang dirumah".